Tahukah kamu? Al-qur’an pernah dibakar pada masa kepemimpinan utsman bin affan. Hm kok bisa ya.
Pada masa kepemimpinan utsman
bin affan, mushaf Al-qur’an yang dibuat zaid telah tersebar kebeberapa penjuru
wilayah mesir , syiria , Persia, irak, dan afrika.
Pada
mereka ada naskah- naskah Al-qur’an itu, tapi naskah- naskah yang mereka punyai
itu tidak sama susunan surat- suratnya.
Begitu juga ada
didapat diantara mereka perbedaan tentang bacaan Al-qur’an itu. Asal mulanya
perbedaan itu ialah karena rasulullah sendiri yang memberi kelonggaran kepada
kabilah-kabilah arab yang berada dimasanya, untuk membaca dan melafazkan Al-qur’an
itu menurut lahjah ( dialek) mereka masing- masing.
Tetapi kemudian kelihatan tanda – tanda
bahwa perbedaan tentang bacaan Al-qur’an ini kalau dibiarkan akan mendatangkan
perslisihan dan perpecahan yang tidak diinginkan dalam kalangan kaum muslim.
Orang yang mula – mula memperhatikan ini
adalah seorang sahabat bernama huzaifah bin yaman.
Ketika beliau ikut perang penaklukan
Armenia dan Azerbaijan dalam perjalanan beliau mendengar pertikaian kaum
muslimin tentang bacaan Al-qur’an “ bacaan saya lebih baik dari bacaanmu”.
Keadaan ini mengagetkan huzifah, maka
diwaktu ia kembali ke madinah beliau segera bergegas menemui utsman , dan
menceritakan semua yang didengarnya diperjalanan, seraya mengatakan “ susulah
umat islam itu sebelum mereka berselisih tentang kitab seperti kaum yahudi dan
nasrani”.
Maka oleh khalifah utsman dimintakan
kepada hafsah binti umar lembaran – lembaran Al-qur’an yang ditulis semasa abu
bakar untuk disalin dan oleh hafsah lembaran- lembaran Al-qur’an itu dan
diberikanlah kepada kafilah utsman bin afan.
Oleh utman bin affan dibentuklah panitia
terdiri dari zaid bin tsabit , Abdullah bin zubair, sa’id bin ash, dan
abdurahman bin harits bin hisyam. Tugasnya ialah membukukan Al-qur’an , yakni
menyalin lembaran- lembaran itu menjadi buku.
Maka setelah tugas itu selesai, lembaran lembaran yang ditulis berdasarkan
lahjah suku quraisy itu kemudian dinamai dengan “al-mushaf” , dan oleh panitia
ditulis 5 buah al-mushaf. 4 diantaranya dikirim ke mekah, syiria, basrah, dan
kufah, agar ditempat itu disalin pula dan 1 buah ditinggalkan di madinah untuk
utsman sendiri dan itulah yang dinamai “mushaf al-iman”.
Sesudah itu utsman memerintahkan
mengumpulkan semua lembaran- lembaran yang bertliskan Al-qur’an yang ditulis
sebelum itu dan membakarnya.
Maka dari mushaf yang ditulis di zaman
utsman itulah kaum muslimin diseluruh pelosok wilayah menyalin Al-qur’an.
.
Sumber :
Al-qura’an dan Terjemahnya oleh Prof. R.H.A SOENARJO S.H.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar