Jumat, 03 November 2017

Al-Qur'an Pernah di Bakar Oleh Khalifah


Tahukah kamu? Al-qur’an pernah dibakar pada masa kepemimpinan utsman bin affan. Hm kok bisa ya.
Pada masa kepemimpinan utsman bin affan, mushaf Al-qur’an yang dibuat zaid telah tersebar kebeberapa penjuru wilayah mesir , syiria , Persia, irak, dan afrika.
            Pada mereka ada naskah- naskah Al-qur’an itu, tapi naskah- naskah yang mereka punyai itu tidak sama susunan surat- suratnya.
Begitu juga ada didapat diantara mereka perbedaan tentang bacaan Al-qur’an itu. Asal mulanya perbedaan itu ialah karena rasulullah sendiri yang memberi kelonggaran kepada kabilah-kabilah arab yang berada dimasanya, untuk membaca dan melafazkan Al-qur’an itu menurut lahjah ( dialek) mereka masing- masing.
       Tetapi kemudian kelihatan tanda – tanda bahwa perbedaan tentang bacaan Al-qur’an ini kalau dibiarkan akan mendatangkan perslisihan dan perpecahan yang tidak diinginkan dalam kalangan kaum muslim.
       Orang yang mula – mula memperhatikan ini adalah seorang sahabat bernama huzaifah bin yaman.
       Ketika beliau ikut perang penaklukan Armenia dan Azerbaijan dalam perjalanan beliau mendengar pertikaian kaum muslimin tentang bacaan Al-qur’an “ bacaan saya lebih baik dari bacaanmu”.
       Keadaan ini mengagetkan huzifah, maka diwaktu ia kembali ke madinah beliau segera bergegas menemui utsman , dan menceritakan semua yang didengarnya diperjalanan, seraya mengatakan “ susulah umat islam itu sebelum mereka berselisih tentang kitab seperti kaum yahudi dan nasrani”.
       Maka oleh khalifah utsman dimintakan kepada hafsah binti umar lembaran – lembaran Al-qur’an yang ditulis semasa abu bakar untuk disalin dan oleh hafsah lembaran- lembaran Al-qur’an itu dan diberikanlah kepada kafilah utsman bin afan.
       Oleh utman bin affan dibentuklah panitia terdiri dari zaid bin tsabit , Abdullah bin zubair, sa’id bin ash, dan abdurahman bin harits bin hisyam. Tugasnya ialah membukukan Al-qur’an , yakni menyalin lembaran- lembaran itu menjadi buku.
       Maka setelah tugas itu selesai,  lembaran lembaran yang ditulis berdasarkan lahjah suku quraisy itu kemudian dinamai dengan “al-mushaf” , dan oleh panitia ditulis 5 buah al-mushaf. 4 diantaranya dikirim ke mekah, syiria, basrah, dan kufah, agar ditempat itu disalin pula dan 1 buah ditinggalkan di madinah untuk utsman sendiri dan itulah yang dinamai “mushaf al-iman”.
       Sesudah itu utsman memerintahkan mengumpulkan semua lembaran- lembaran yang bertliskan Al-qur’an yang ditulis sebelum itu dan membakarnya.
       Maka dari mushaf yang ditulis di zaman utsman itulah kaum muslimin diseluruh pelosok wilayah menyalin Al-qur’an.  
.
Sumber : Al-qura’an dan Terjemahnya oleh Prof. R.H.A SOENARJO S.H.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar