Sudah
kuputuskan. Akan ku tulis ceritaku bersama teman-temanku semasa SMA. Awalnya seorang
menolak gagasanku ini, dia menolak dengan alasan “akan kubuat biografi ku
sendiri”. Tapi aku tetap bersikeras untuk menulisnya, karena aku tahu dia tidak
akan membuatnya.
Kuawali
dengan teman yang masih sangat sering berkomunikasi denganku hingga saat ini. Aku mengenalnya sejak duduk di bangku kelas
10. Namanya rookie ( samaran ), ia memiliki badan yang tinggi besar dan tegap
mirip megantropus dari jawa. Suaranya serak dan rendah bak lelaki macho,
rambutnya jambul kedepan mirip tintin
dan cara berjalanya santai seperti anak pantai. Hari pertama, kedua, dan ketiga
tidak ada tanda-tanda bahwa aku akan berteman baik denganya, karena sifatnya
yang dingin dan sepertinya acuh terhadapa lingkungan sekitarnya. Bahkan dalam
benakku berkata “dia mungkin berandalan”.
Tapi hey siapa sangka, dia akan menjadi teman baiku di masa mendatang
melebihi kodomo.
Manusia
membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Dan ya, setelah 3 minggu berselang rookie
mulai beradaptasi dengan lingkungan kelas. Dia mulai berkawan dengan beberapa
siswa dikelas, kecuali aku. 3 minggu kemudian aku semakin yakin bahwa anak ini
adalah berandalan fasih, pasalnya dia 3 minggu bolos mengikuti ekstra pramuka.
“dia benar-benar parah ” gumamku saat menunggu hujan reda sambil wifian
dipojokan kelas bersama teman pendiamku roofie ( samaran ). Perlu diketahui
bahwa hobiku semasa SMA adalah menikmati wifi gratis, bahkan aku pernah bercita
cita ingin membuat koneksi wifi gratis disemua wilayah, hmmm terlaksana gak
yaaa..kembali ke wifian dipojokan kelas.
“wifi nya cepet banget ya” aku berusaha membuka percakapan dengan
roofie. Lalu dia menjawab “ya”. Dia baik
namun sayang dia sangat pendiam, tapi hey siapa sangka dia akan menjadi ketua
jurnalis di masa mendatang, haha . “pulang yuk roof” , dia menyetujuinya
Keesokan
harinya aku melakukan hobiku lagi. Gara-gara wifi aku jadi semakin update
film-film, game-game terbaru, dan aplikasi-aplikasi pembobol wifi hoax. Aku
mendownload puluhan film aplikasi dan game setiap harinya. Jika dirata-rata
mungkin dalam sehari aku bisa menghabiskan kuota sekitar 2 giga, “ah bodo amat,
toh wifinya pake paketan unlimited. hahaha” dengan suara agak keras, lalu
tiba-tiba ada seseorang berdiri disampingku dan menatapku. Dia bertanya
“passwordnya apa?”. Aku menoleh dan wow aku terkejut. Masalahnya yang
berdiri disampingku dan menanyakan
password adalah orang yang kuhindari. Ya, dia rookie. Seketika aku langsung
mengambil hp nya dan menuliskan passwordnya. Lalu kukembalikan dalam posisi
sudah terhubung.
Aku hanya
bisa terdiam dan menuruti apa yang dia katakana. Aku menyibukan diri dengan
menatap ponselku berharap dia tidak menanyaiku atau mengobrol denganku.
Tampangnya yang dingin dan sepertinya pemarah membuatku ingin cepat-cepat dia
pergi. Tapi siapa sangka, dia berkata “apa yang kamu download.?”. aku
kaget , kujawab seadanya “game sama film” sambil menoleh kepadanya dan kulihat
dia sedikit tersenyum. Lalu aku bertanya “kalo kamu? Game.?” , dia menjawab
“aku udah gak suka main game lagi, aku Cuma mau update bbm sama login
instagram”. Wow agak lega mendengar jawaban sepanjang itu darinya, bahkan
jawaban itu lebih panjang dari teman sebangkuku roofie. Dan tak seperti
dugaanku, ternyata jika sudah berbicara dia tampak ramah. Lalu percakapan mulai
melebar, dari situ aku tahu bahwa dia bukanlah seorang berandal fasih, bukan
juga seorang yang angkuh, dia hanyalah seorang rookie. seperti namanya dia
adalah seorang pemula pemalu, tak
pandai berbicara dengan perempuan, dan terlalu betah berada dirumah. Itulah
mengapa dia diam selama ini, itulah mengapa dia tak pernah ikut ekstra pramuka
selama ini, dan itulah mengapa dia menjadi kawanku hingga saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar